Berita Umum


HUT SMANSA Ke-59

1 Aug 2017 admin 150 views

Sejarah SMA NEGERI 1 PURWOKERTO


Beberapa tahun setelah kemerdekaan Republik Indonesia dikumandangkan berdiri sebuah Sekolah Menengah Atas di Kota Purwokerto dan telah diakui keberandaannya, namun karena terjadi Clash pertama pada 21 Juli 1947, SMA Negeri 1 Purwokerto dipindahkan ke Wonosobo.


Pecahnya Clash kedua pada tanggal 14 Desember 1948 menyebabkan penyelenggaraan pendidikan SMA di Wonosobo tidak berlangsung lama. Namun setelah Pemerintah Belanda resmi mengakui kemerdekaan Republik Indonesia, para pengungsi dan pelajar kembali ke daerahnya masing-masing.


Kebutuhan masyarakat akan pendidikan pun kembali muncul. Atas prakarsa tokoh masyarakat, maka berdirilah Sekolah Menengah Atas di Purwokerto pada tanggal 1 Maret 1950. Sebuah Sekolah Lanjutan Atas (SLA) pertama di Karesidenan Banyumas. Dan dengan turunnya Surat Putusan Menteri Pendidikan, Pengajaran, dan Kebudayaan (PPK) No. 4791/b, pada tanggal 29 Juni 1950 sekolah ini pun dikukuhkan.


Pada diktum pertama bagian pertama sub C ditetapkan bahwa “Sekolah ini teroetama disediakan bagi peladjar-peladjar SMA yang telah menoenaikan kewadjiban berbakti kepada mereka-mereka sebagai anggota BRIGADE XVII dan mobilisasi peladjar dan memenoehi sjarat oentoek diterima sebagai moerid SMA Negeri”. Berdirinya SMA Negeri Purwokerto ini merupakan hasil perjuangan para tokoh yang menginginkan adanya suatu SMA guna menampung para pelajar pejuang yang baru kembali dari front. Para pendiri SMA Negeri Purwokerto itu terdiri dari berbagai lapisan masyarakat yang menghendaki adanya kemajuan pada bidang pendidikan antara lain pemerintah, pengajar, wakil-wakil pelajar pejuang, dan staf komandan mobilisasi pelajar.


Ketika masih bernama SMA Perjuangan, posisi kepala sekolah dijabat oleh Bapak Soetojo. Setelah menjabat sebagai kepala sekolah dia dialihtugaskan dan diangkat sebagai kepala kantor pengajaran Karesidenan Banyumas di Purwokerto. Kepala TU pertama adalah Bapak Soewondo. Pada Juli 1950, Bapak Soemarmo diangkat sebagai Direktur SMA Negeri Purwokerto menggantikan posisi Bapak Soetojo. Dari tahun 1950 hingga 1955, SMA Negeri Purwokerto menempati sebuah gedung yang berada di Jalan Gereja No. 20 dengan ruang sebanyak 6 ruangan (3 ruangan merupakan ruang darurat). Karena jumlah murid saat itu mencapai sepuluh kelas, maka pelajaran berlangsung dari pukul 07.15 s.d. 15.30. Berkembanglah SMA Negeri 1 Purwokerto dari waktu ke waktu. Pada November 1950, SMA Negeri 1 Purwokerto telah memiliki kelas 1, 2, 3 dari bagian B (Ilmu Pasti). Sedangkan para siswa bagian A (Sastra) menurut ketentuan Menteri PPK harus disalurkan ke SMA-SMA bagian A di wilayah Yogyakarta dan Bandung. Pada tahun 1951, SMA Negeri 1 Purwokerto mengeluarkan lulusan pertamanya.


Kini SMA Negeri 1 Purwokerto menempati gedung kuno bekas kantor Karesidenan Banyumas di Jalan Gatot Soebroto No. 73 yang dibangun pada tahun 1921. Bangunan tersebut merupakan bangunan strategis karena berada di wilayah kawasan sekolah, perkantoran, dan yang lainnya seperti Satlantas, kantor Perhutani, bank-bank, kantor Eks Karesidenan Banyumas, serta kantor-kantor kedinasan. SMA Negeri 1 Purwokerto merupakan sekolah unggul dan terkenal memiliki banyak prestasi baik di kancah nasional maupun internasional. Terbukti banyak tokoh nasional yang berasal dari SMA Negeri 1 Purwokerto. Itulah yang membuat siswa-siswi SMA Negeri 1 Purwokerto dipercaya di berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta ternama di Indonesia.